Aku bersahabat dengannya sejak awal semester. Sahabat lelaki yang dewasa dan perhatian. Awalnya aku hanya suka menggodanya. Tampak begitu menyenangkan melihatnya salah tingkah bahkan, sesekali mengomel karena selalu ku goda. Aku merasa memiliki kakak, ketika aku jauh dari keluarga. Siapa menyangka bahwa kami bertiga;aku, dia, Rey dan satu lagi teman wanita ku Lily akan berteman sedekat ini. Seringkali aku berpikir kenapa harus bersama mereka. Kita sama-sama berasal dari budaya yang sama, tapi yang membedakan adalah aku tulen, sedangkan mereka campuran. Semakin hari kami semakin dekat, setiap jumat malam setelah berkegiatan, kami akan hangout bersama. Begitu menyenangkan. Hingga masa itu tiba. Masa dimana Rey mulai berubah. Dia sedikit mulai menjauh dariku dan lily, hal ini membuat kami sedih. Kami bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi padanya.
Dan seketika juga perasaan aneh muncul dalam hatiku. Merasa kehilangan kah ini atau, hanya semacam ... Ahh.. Tak tahu aku ini perasaan macam apa, aku gelisah dan benci melihat dia tertawa dengan wanita lain. ketika kusampaikan apa yang kurasakan kepada kakak perempuanku, dia mengatakan bahwa aku menyukai Rey. Hahaha omong kosong apa ini pikirku. Tak mungkin aku menyukainya. Aku ini teman dekatnya. Hanya sebatas teman, sahabat. Ya, tidak lebih. Selama ini aku hanya suka menggodainya saja. apa ini, perasaan yang begitu menyesakkan, melihat dia mulai menjauh dan kami sudah jarang jalan bersama.
Bersambung .....
Komentar
Posting Komentar