Aku sudah mengaku pada Rey, bahwa aku menyukainya. Kita teman katanya padaku. ya aku tahu kita teman, aku hanya menyatakan perasaan dan aku tidak memintamu untuk menjadi pacar ku. Aku sadar aku salah membiarkan perasaan ini, harusnya perasaan ini tidak boleh ada. Kukatakan itu padanya. Kami sahabat, kami teman dan harusnya aku tahu diri dimana posisi ku bagi nya. Bahkan memandang ku sebagai seorang wanita spesial saja tidak. Harusnya aku tahu itu. Harusnya aku tahu arti dari dua kata yang dia ucapkan padaku. Itu adalah penolakan secara halus. Apa kau sedang dekat dengan seseorang? Apakah kau sedang dekat dengan cecil? Kalimat yang tanpa bisa kukontrol itu keluar begitu saja dari bibirku. Entah aku tak tahu apa yang kulakukan. Bodoh nya aku, segampang itu. Betapa bodohnya, setelah menyatakan perasaan dan aku malah bertanya hal seperti itu. Betapa jatuh sudah harga diriku. Tidak ada, dan aku pun tidak dekat dengannya. Jangan khawatirkan itu.
Mendengarnya berkata seperti itu aku lega. Setelah hari itu hari pengakuan itu, perasaanku mulai lebih terbuka, aku mulai sering menyatakan apa yang kurasakan saat itu padanya, sudah tak ada lagi perasaan yang harus dipendam, walaipun hanya sepihak, aku tak tahu hingga saat ini bagaimana perasaannya padaku. Tapi yang hingga kini masih membuatku bingung, dia memperingatkan ku untuk tidak baper dengan dia namun dia memberikan perhatian padaku. Setelah hari pengakuan itu, saat h+6 valentine, dia memberi ku coklat yang dia peroleh dari acara club nya, padahal yang aku tahu tidak semua orang mendapat coklat itu, hanya yag memesa saja yang mendapatkan, apakah mungkin sengaja dia pesan untuk aku?? Terlintas pikiran itu dalam otakku namun harus kutampiskan karna aku ingat dia bilang aku tidak boleh baper. Namun bukan itu saja yang membuatku bingung, ketika aku ulang tahun beberapa hari lalu, dia memberi aku boneka, yang sebulan sebelumnya dia mengatakan aku ada boneka kecil yang aku beli ketika hangout dengan temanku, aku tidak tahu mau memberikannya pada siapa, apa kau mau? Kapan ulang tahun mu. Aku cukup heran waktu itu ketika dia menanyakan hal itu, aku pikir mengapa harus dia beli jika dia tidak tahu mau memberikan pada siapa, semacam kurang kerjaan. apakah perasaanku mulai terbalaska sedikit demi sedikit, arrgghh tak mungkin juga, kutampiskan lagi pikiran itu, rasanya aku mulai terbawa suasana, mungkin saja karna aku sahabatnya. Namun semua hal itu menjadi abu-abu yang tidak jelas putih atau hitam nya, iya atau tidak nya.
To be continue ......
Komentar
Posting Komentar