Langsung ke konten utama

Semakin Menjadi hingga Abu-Abu

Aku sudah mengaku pada Rey, bahwa aku menyukainya. Kita teman katanya padaku. ya aku tahu kita teman, aku hanya menyatakan perasaan dan aku tidak memintamu untuk menjadi pacar ku. Aku sadar aku salah membiarkan perasaan ini, harusnya perasaan ini tidak boleh ada. Kukatakan itu padanya. Kami sahabat, kami teman dan harusnya aku tahu diri dimana posisi ku bagi nya. Bahkan memandang ku sebagai seorang wanita spesial saja tidak. Harusnya aku tahu itu. Harusnya aku tahu arti dari dua kata yang dia ucapkan padaku. Itu adalah penolakan secara halus. Apa kau sedang dekat dengan seseorang? Apakah kau sedang dekat dengan cecil? Kalimat yang tanpa bisa kukontrol itu keluar begitu saja dari bibirku. Entah aku tak tahu apa yang kulakukan. Bodoh nya aku, segampang itu. Betapa bodohnya, setelah menyatakan perasaan dan aku malah bertanya hal seperti itu. Betapa jatuh sudah harga diriku. Tidak ada, dan aku pun tidak dekat dengannya. Jangan khawatirkan itu.
Mendengarnya berkata seperti itu aku lega. Setelah hari itu hari pengakuan itu, perasaanku mulai lebih terbuka, aku mulai sering menyatakan apa yang kurasakan saat itu padanya, sudah tak ada lagi perasaan yang harus dipendam, walaipun hanya sepihak, aku tak tahu hingga saat ini bagaimana perasaannya padaku. Tapi yang hingga kini masih membuatku bingung, dia memperingatkan ku untuk tidak baper dengan dia namun dia memberikan perhatian padaku. Setelah hari pengakuan itu, saat h+6 valentine, dia memberi ku coklat yang dia peroleh dari acara club nya, padahal yang aku tahu tidak semua orang mendapat coklat itu, hanya yag memesa saja yang mendapatkan, apakah mungkin sengaja dia pesan untuk aku?? Terlintas pikiran itu dalam otakku namun harus kutampiskan karna aku ingat dia bilang aku tidak boleh baper. Namun bukan itu saja yang membuatku bingung, ketika aku ulang tahun beberapa hari lalu, dia memberi aku boneka, yang sebulan sebelumnya dia mengatakan aku ada boneka kecil yang aku beli ketika hangout dengan temanku, aku tidak tahu mau memberikannya pada siapa, apa kau mau? Kapan ulang tahun mu. Aku cukup heran waktu itu ketika dia menanyakan hal itu, aku pikir mengapa harus dia beli jika dia tidak tahu mau memberikan pada siapa, semacam kurang kerjaan. apakah perasaanku mulai terbalaska sedikit demi sedikit, arrgghh tak mungkin juga, kutampiskan lagi pikiran itu, rasanya aku mulai terbawa suasana, mungkin saja karna aku sahabatnya. Namun semua hal itu menjadi abu-abu yang tidak jelas putih atau hitam nya, iya atau tidak nya.





To be continue ......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jang Geun Suk - Love Rain

bioneun jeonyeok keunyeo moseub bo-wat-jyo.. oraejeon bu-teo bogo shipdeon geunyeoreul.. usani eom-neun geunyeoe-ge marhaet-jyo.. nae usanso-geuro keudae deu-reo-oseyo~ sallangsallangsallang deullyeo-oneun bissori.. dugeun dugeundugeundugeun tteollyeo-oneun nae-gaseum.. sallangsallangsallang dugeundugeundugeun.. usansori.. bissori.. nae-gaseum sori.. sarangbi-ga naeryeo-oneyo.. bioneun geori urin du-ri geo-reot-jyo.. jo-geuman usan nae eokkae–neun jeojeot-jyo.. keunyeoneun nae-ge sujubeun -deut marhaet-jyo.. jo-geumdeo kakka-i geudae deu-reo-oseyo~ sallangsallangsallang budijchineun eokkae-ye.. dugeun dugeundugeundugeun tteollyeo-oneun nae-gaseum.. sallangsallangsallang dugeundugeundugeun.. usansokye du-eokkae- sujubeun eokkae-.. sarangbi-ga naeryeo-oneyo.. nan sarange ppajyeo-nne.. sallangsallangsallang deullyeo-oneun bissori.. dugeun dugeundugeundugeun tteollyeo-oneun nae-gaseum.. sallangsallangsallang dugeundugeundugeun.. usansori.. bissori.. nae-gaseum ...

Maudy Ayunda - Perahu Kertas

Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya Perahu kertas mengingatkanku betapa ajaibnya hidup ini Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri *courtesy of LirikLaguIndonesia.Net Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita (cinta-cinta) Yang lama ku pendam sendiri, berdua ku bisa percaya Ku bahagia kau telah terlahir di dunia Dan kau ada di antara milyaran manusia Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu Tiada lagi yang mampu berdiri Halangi rasaku, cintaku padamu Ku bahagia kau telah terlahir di dunia Dan kau ada di antara milyaran manusia Dan...

SOMEDAY (Sebuah kisah menunjukkan bahwa rencana Tuhan tak pernah terduga oleh manusia)

BAB II (OBAT TAK TERDUGA) Medan, 24 Desember 2019 Pukul 09:30 WIB                 Kembali lagi pada tempat yang sama, di meja ujung dengan sofa empuk. Lily menikmati segelas kopi hitam dan sehelai roti selai cokelat. Semalam saat kembali ke dalam kapsulnya ia tak langsung tidur. Mantan pertamanya mengirimkan pesan singkat dan menjadikan obrolan panjang malam itu. Entah seperti obat, percakapan lewan pesan teks itu membuat tidur malamnya menjadi nyenyak, mengingat malam sebelumnya tak bias dia tidur hingga subuh. Pikiran konyol pun terbesit dalam otaknya, jangan-jangan jauh kucari pacar dan ujung-ujungnya aku akan menikah dengan Yudi (mantan pertama Lily)?. Yudi bagai punya koneksi dengan keadaan Lily, dia selalu muncul saat Lily ada masalah, dan menjadi penyembuhnya. Walau Yudi sendiri pun tak pernah sadar akan hal itu. Lily dan Wisnu bekerja sebagai guru, namun jarak memisahkan keduanya, Lily...