BAB III (LAYANG-LAYANG) Medan, 25 Desember 2019 Pukul 16:40 WIB Tak pernah jera, itulah kata yang pantas untuk menggambarkan sosok Lily. Dia telah dilukai, diabaikan, dan tak dianggap. Hanya dengan satu kalimat mampu membuatnya bahagia sebentar. Setidaknya rasa sakitnya terobati walau sedikit dan kembali berharap walau tak mungkin. Lily yang naïf, bias-bisanya dia berpikir bahwa Wisnu akan dating ke Medan dan memberi kejutan padanya. Itu tidak akan mungkin terjadi, hanya karna teman dekat Wisnu, Josh menanyakan banyak hal tentang kegiatannya hari ini, membuat Lily memiliki harapan yang mustahil. Tidak akan pernah keinginan Lily terjadi. Wisnu, laki-laki itu telah ada di dunia nya sendiri, kepada kesenangannya dan Lily hanya sebuah tempat saat dia butuh, harusnya Lily sadar itu. Lily terlalu naïf, dan terlalu bodoh sebagai seorang perempuan. Seperti saat ini, sepulang dari gereja untuk ibdah natal, Lily mengirimkan pesan kepada Wisnu. “Bee, boleh aku telepon kamu? ...