PROLOG
“Dariku, untukmu yang terlalu
sering mengabaikanku,
Namun dengan bodohnya diriku yang
masih mencintaimu
Aku yang masih terus
memperjuangkanmu layaknya wanita tak berharga
Hanya satu pintaku, berhentilah
terlalu sering mengabaikanku.
Tidakkah kau lelah dengan sikapmu?
Apalah aku yang hanya bias
bersedih tanpa bisa mengungkapkannya
Berharap kau mengerti dengan
sendiri.
Diriku yang bimbang untuk
mengambil keputusan,
Haruskan ku tetap menunggu dan
berjuang untukmu?
Ataukah harus kuralakan dan
menyerah atasmu?
Haruskah aku patah hati lagi untuk
kesekian kalinya?
Haruskah aku tau diri dan belajar
dari masalalu untuk tak terlalu mencintai?
Mengapa terlalu menyakitkan?
Mengapa selalu kenyataan tak berpihak padaku?
Sia-siakah 20 bulan kita lalui
ini?
Sungguh menyedihkannya perjalanan cintaku.”
Sumatera
Utara (Akhir Desember 2019 hingga tahun 2020)
Dariku Untukmu - Author
Komentar
Posting Komentar