Langsung ke konten utama

SOMEDAY (Sebuah kisah menunjukkan bahwa rencana Tuhan tak pernah terduga oleh manusia)


BAB II

(OBAT TAK TERDUGA)



Medan, 24 Desember 2019

Pukul 09:30 WIB



                Kembali lagi pada tempat yang sama, di meja ujung dengan sofa empuk. Lily menikmati segelas kopi hitam dan sehelai roti selai cokelat. Semalam saat kembali ke dalam kapsulnya ia tak langsung tidur. Mantan pertamanya mengirimkan pesan singkat dan menjadikan obrolan panjang malam itu. Entah seperti obat, percakapan lewan pesan teks itu membuat tidur malamnya menjadi nyenyak, mengingat malam sebelumnya tak bias dia tidur hingga subuh. Pikiran konyol pun terbesit dalam otaknya, jangan-jangan jauh kucari pacar dan ujung-ujungnya aku akan menikah dengan Yudi (mantan pertama Lily)?. Yudi bagai punya koneksi dengan keadaan Lily, dia selalu muncul saat Lily ada masalah, dan menjadi penyembuhnya. Walau Yudi sendiri pun tak pernah sadar akan hal itu. Lily dan Wisnu bekerja sebagai guru, namun jarak memisahkan keduanya, Lily ada di Sumatera dan Wisnu ada di Papua. Yudi adalah seorang Supervisior of House Keeping di sebuah hotel di Surabaya, dengar-dengar dia akan naik pangkat menjadi Manager of House Keeping di hotel tempat dia bekerja.



(FLASBACK ON)

Medan, 24 Desember 2019

Pukul 20:49 WIB

Lily merebahkan badannya yang lelah, ia bukannya habis melakukan hal yang berat, tetapi berpikir dan merindu itu melelahkan fisiknya juga. Tingg… bunyi notifikasi pesan masuk dari nomor baru. Setelah dilihat, ternyata foto profil Yudi. Apa dia ganti nomor? Batin Lily. Kemudian dibukanya pesan itu.

“Heii” pesan dari Yudi

“ihh banyak amat nomornya?” tanya Lily, bukannya merespon sapaan Yudi, malah memberikan pertanyaan.

“Salah hp wkwkwk… enaknya lagi liburan” balas Yudi.

“hahaha iyalah.. ibu guru juga butuh libur!” jawab Lily, yang kemudian menutup chatroom nya dan membuka instagram. Ia tak mau terlalu lama membuka whatsapp karena nanti ia akan teringat kembali dengan Wisnu yang mengabaikannya.

“wkwkwkwk mantap!” balas Yudi tapi tak dihiraukan oleh Lily karna asik bermain instagram.

Tingg… notifikasi pesan lagi muncul. Ternyata dari Yudi.

“weee… tidur? Kayak jomblo aja udah tidur jam segini” pesan Yudi.

“Enggak tidur aku, lagi malas buka hp nanti bawaannya sedih” balas Lily.

“Kenapa emangnya? Mau dicurhatin?” jawab Yudi.

“nanti mewek (nangis) kalau di curhatin, ini aja mau pura-pura sok tegar, pura-pura lupa hahaha” balas Lily lagi.

Obrolan malam mereka pun begitu asik. Sebenarnya awalnya Yudi yang bercerita bahwa dia memiliki dua kekasih dan bingung untuk memilih. Kekasih pertamanya jauh, tapi tak mungkin dia tinggalkan, mereka telah berpacaran 5 tahun lebih dan kekasihnya sangat baik dan perhatian pada keluarganya, saat ibu Yudi dirumah sakit, kekasihnya itu merawat ibu Yudi tapi saat ini mereka terpisahkan oleh jarak. Saat berjauhan datanglah kekasih keduanya yang memberikan kenyamanan, waktu, dan perhatian lebih. Kekasih keduanya adalah teman kerjanya. Singkat cerita Yudi meminta pencerahan dari Lily. Masalah yang dihadapi Yudi bukannya ditanggapi dengan pendapat yang objektif oleh Lily. Dia menanggapi seolah-olah Yudi adalah Wisnu. Cerita dari Yudi mengingatkan Lily akan Wisnu yang sudah 4 hari mengabaikannya. Banyak asumsi di pikiran Lily, salah satunya kekawatiran akan Wisnu yang mendua. Tidak biasanya Wisnu marah dan mengabaikannya dengan waktu yang lama. Biasanya Wisnu hanya mengabaikan sehari atau paling lama 2 hari kemudian menghubungi Lily lagi. Saat Yudi meminta saran pada Lily, malah ditanggapi dengan emosi. “Jangan kau memilih hanya karna kau ingin balas budi, cinta itu bukan bayar hutang, kalau kau sudah tidak cinta katakana, bukan kau malah menduakan dia, kau tidak mau melepaskannya karena kau merasa tidak enak dengan kebaikannya. Dia tidak butuh belas kasih mu, dia butuh cinta tulusmu. Jangan juga kau memilih karena kau nyaman, dia memberikan kenyamanan sesaat dan membuatmu berpaling dari kekasihmu. Perempuan yang baik tidak akan pernah merebut sesuatu milik orang lain. Pastikan perasaanmu, pilih dengan bijak dan buat keputusan jangan berdasarkan ego mu. Berdoa!” balas Lily panjang sekali. “iya-iya.. aku jalani dulu aja..” jawab Yudi. “jangan kelamaan.. jangan disiksa perasaan anak orang! Kok aku jadi emosi yaa nanggepinnya.. hahaha” balas Lily. “yaudah tidurlah.. udah malam .. thanks buat pencerahannya.. good night!” pesan terakhir dari Yudi malam itu. “oke nite.. “ balas Lily.

            Setelah obrolan malam mereka, Lily mematikan sinyal telepon genggamnya. Dia membuka lipatan selimut dan memakai kaos kaki. Lily merapikan bantal dan siap tidur. Entah kenapa dia merasa sangat mengantuk. Tidak butuh waktu lama, Lily pun tertidur. Jam saat itu menunjukkan pukul 22.00 WIB.

(FLASBACK OFF)



Setelah menikmati sarapannya, Lily menuju ke kapsulnya kembali. Rancananya dia akan menonton TV saja, karena tidak ada yang mau dilakukan olehnya hari ini. Lily merasa bosan hanya dengan melihat TV, kemudian dia membuka aplikasi streaming nya dan mulai menonton serial drama korea yang baru. Lama dia menonton serial drama korea dan tiba-tiba sesuatu berbunyi, krruukk … krrukkk… itu berasal dari perutnya. Lily segera bersiap untuk mandi, karena dari pagi dia belum mandi dan hanya cuci muka. Selama dikamar mandi, Lily tidak hanya mandi dengan cepat, dia terlalu lama di kamar mandi, ia kembali mengingat Wisnu. Hari ini malam natal, dan Wisnu masih saja mengabaikannya. Sebenarnya apa yang terjadi pada Wisnu, Lily sudah mencoba menghubungi teman Wisnu yang berada satu tempat tinggal dengannya di Papua, tetapi pesan whatsapp nya hanya centang satu. Lily penasaran dengan kondisi Wisnu, Lily mencoba berpikir positif, Lily tidak mau meneruskan asumsi bahwa Wisnu mendua, Lily berpikir apakah telepon genggam Wisnu hilang? Atau Wisnu sedang sakit. Sialnya pesan Lily belum terkirim pada teman rumah Wisnu. Hingga kini Lily belum tahu apa yang terjadi dengan Wisnu. Setelah mandi Lily bersiap untuk turun dan memesan makan siang di kedai. Tadinya dia mau membawa laptopnya, pikirnya ia akan sekalian nongkrong dibawah. Tetapi setelah dipikir-pikir dia tak usah terlalu lama dibawah, ia terlalu malas hari ini keluar dari kapsulnya.

Setelah mandi, Lily besiap untuk turun ke kedai dan memesan makanannya. Hari ini masih sama, Lily memesan seporsi nasi goreng ayam dan kali ini ia tidak minum kopi, ia memesan segelas es the tarik. Sambil menunggu pesanan dating, Lily membuka kembali aplikasi streaming nya dan melanjutkan serial drama korea yang tadi dia tonton. Lily tidak terlalu mengagumi drama korea, ia hanya suka menonton beberapa. Lily hanya menyukai drama korea yang bertemakan medis dan hukum. Drama korea itu tidak terlalu romantis dan lebih banyak menuntut kita berpikir ketika menonton. Sepuluh menit berlalu dan pesanan Lily tiba. Karena sudah sangat lapar, Lily menyantap makanannya. Tidak butuh waktu yang lama, seporsi nasi goreng telah raib dari piringnya. Tak mau dia berlama-lama dibawah, dengan segera Lily naik dan menuju kapsulnya.

Rencana awalnya apabila tiba di kasur, Lily mau melanjutkan ceritanya yang ada di laptop. Tetapi entah kenapa Lily mendadak mengantuk. Tak lama kemudian dia terlelap. Satu jam, dua jam berlalu, tadi ketika Lily tidur, jam menunjukkan pukul 16:15 dan Lily sekarang terbangun. Dia melihat jam dan menunjukkan pukul 19:45. Lily tidur siang selama 3,5 jam. Sebenarnya dia mulai lapar lagi, tapi karena melihat jam sudah larut, ia memutuskan untuk mengendalikan diri. Ia hanya meminum air putih, bukan karena sok diet (walaupun ada benarnya) tapi pernah sekali Lily makan saat malam diatas jam 8 malam, ia hanya ingin makan bihun, tetapi setelah dia selesai makan, ia merasa mual dan perutnya sakit, kepalanya berdenyut kemudian dia memuntahkan makanan itu.

Lily memutuskan untuk menyalakan TV dan laptop nya. Dia ingin meneruskan ceritanya sambill menonton TV. Awalnya dia menonton acara TV “Malam-malam” di NET, kemudian setelah acara tersebut selesai, Lily mencari Chanel yang lain, pencariannya terhenti pada acara Natal di RCTI. Lily memutuskan untuk menonton siaran tersebut. Sambil menuliskan ceritanya, Lily juga menonton TV nya. Tak lama kemudian, drrrt… drrrttt.. telepon genggamnya bergetar dan dilihatnya, adik Lily, Danny menelpon. Kemudian Lily mengangkat panggilan video call tersebut. Papinya, mami, eyang dan adiknya sudah ada di kamar, mereka berkumpul dan bersiap untuk berdoa. Begitulah setiap malam natal, keluarganya pasti akan berdoa. Biasanya Lily akan pulang ketika natal, tetapi tahun ini banyak hal menjadi pertimbangan nya sehingga tidak pulang. Jarak tidak menghalangi keluarganya untuk berdoa menjelang natal. Melalui video call mereka berdoa. “ayo kak, kita berdoa, kakak mau di doain apa?” tanya papi. Mendengar pertanyaan papi, hati Lily mendadak sesak, terlalu banyak hal yang ingin dia ungkapkan, banyak hal yang ingin sekali dia doakan. Tetapi Lily tidak bias mengungkapkan, dari kecil Lily tidak pandai mengungkapkan perasaannya, dia hanya diam dan selalu seperti itu, baik keadaan marah, sedih atau kecewa. Saat ini air matanya mengalir ketika mendengar pertanyaan dari papi nya. “doain buat masa depan Lily, relasi Lily sama orang kerja, sama teman dan sama Tuhan.” Kata Lily, kemudian mereka berdoa. Selama berdoa air mata Lily tak berhenti menetes, ia tak mau menunjukkan kepada keluarganya bahwa ia sedang sedih, Lily menggelapkan pencahayaan kapsulnya dan disitu ia menangis. Mam, pap.. Lily sedih, Lily ditinggalkan dan diabaikan… Lily gak mau bilang,, Lily gak mau mami dan papi menilai Wisnu tidak baik… Lily kecewa, hati Lily sesak, Lily lelah, kenapa Wisnu membuang Lily, setelah semua yang Lily berikan, Lily emang bodoh, menyerahkan sesuatu yang harusnya tidak boleh dilihat orang lain yang belum tentu jadi suami Lily, Lily mencintai Wisnu kalau dia tinggalkan Lily, Lily gak tau apa yang akan terjadi dengan Lily.… Mam, pap.. disini terlalu jauh dari kalian,, Lily gak punya siapa-siapa,,, banyak orang yang gak benar-benar baik disini.. Lily kesepian.. tapi kalau Lily cerita, kalian akan khawatir. Lily sedih dan sungguh Lily gak sanggup. Batin Lily menjerit, dia mengadu dalam diam.

Seandainya, ya memang seandainya dan Lily harus bersiap apabila Wisnu mencampakkannya dan meninggalkannya, Lily tak tahu harus berbuat apa. Semua telah Lily berikan pada Wisnu, walau belum semua. Lily masih perawan, tetapi Lily sudah sering mengijinkan Wisnu menyentuh tubuhnya dan melihat tubuhnya walaupun Lily masih menjaga mahkotanya. Tetapi Lily merasa sama saja, dia sudah tidak baik, dan dia sudah bercela, tak pantas lelaki lain memilikinya, bukan karena dia terlalu baik, tetapi Lily terlalu kotor. Dia merasa tak pantas untuk lelaki manapun. Tuhan.. apabila ini semua kehendakMu.. ajarku untuk menerima dengan baik, ajarkan kan aku untuk terbiasa dengan sakit ini.. Tuhan.. apabila bukan Wisnu masa depanku, tolong tunjukkan jalanMu, ajar aku untuk menerima luka nya, apabila dia jodohku, Tuhan tolong kembalikan dia untukku.. doa Lily dengan penuh kesesakan. Bahkan sebenarnya bagi Lily, ia tak pantas berdoa kepada Tuhan setelah hal yang dia lakukan selama ini, setelah semua dosa yang selalu dan selalu diulanginya walau dia meminta ampun.

Selesai berdoa bersama keluarganya, Lily pun menutup telepon dan kembali meneruskan ceritanya sambil menonton acara TV nya. Lily membuka kembali telepon genggamnya dan mengirimkan pesan natal untuk Wisnu, “Selamat malam natal bee.. “ tulis nya dalam pesan whatsapp itu. Semenjak Wisnu mengabaikannya, Lily terlalu sering menghembuskan nafas panjang. Hal ini karena persaannya yang sungguh sesak. Lily pun melanjutkan mengetik ceritanya lagi. Dua jam kemudian, ia hendak memutuskan untuk tidur, tetapi dia mencoba membuka aplikasi whatsapp nya, berharap bahwa pesan natalnya akan dibalas. Lily membuka aplikasi dengan ragu, takut-takut ia akan kecewa lagi, tapi yahh.. toh dia sudah terlalu sering kecewa, jadi seandainya kali ini ia kecewa lagi tidak akan memunculkan dampak yang besar. Ketika dibukanya whatsapp, dan… nama Wisnu ada di bagian atas, “Selamat natal sayang” balasan Wisnu akan pesan Lily. Hati Lily bergejolah dan begitu gembira, sejenak ia melupakan kesedihan dan kekecewaan nya yang begitu dalam. Semudah itu, ya semudah itu memperbaiki hatinya, tetapi lelaki itu tak pernah melakukannya. Lelaki itu terlalu gengsi, dan jadi nya yang terlihat Lily yang terlalu murah. Tak mengingat pesan natalnya sebelumnya, Lily membalas pesan Wisnu, “Selamat natal bee…”. Berharap Wisnu membalas dengan cepat, karena di lihatnya Wisnu sedang online. Kembali lagi itu percuma, ya Wisnu kemudian tidak online lagi. Lily tidak tahu bagaimana mengerti Wisnu. Tapi pesan Wisnu, dan panggilan sayang Wisnu, walau hanya singkat, setidaknya itu bias menjadi obat dan menenangkan perasaan Lily, bahwa Wisnu masih menganggapnya sebagai kekasih. Setelah itu Lily merasa lelah dan tertidur dengan mudahnya
Itulah perempuan, semudah itu dihancurkan perasaanya dan semudah itu pulih oleh orang yang sama. Seseorang pernah mengatakan bahwa perempuan itu lemah, ya itu benar. Pengabaian adalah hal yang mudah untuk membuat perempuan hancur, dan Kepedulian adalah hal yang mudah untuk menyembuhkannya. Kadang Lily berpikir, suatu hubungan itu akan kuat diuji oleh apapun asal mereka benar-benar mencintai satu sama lain, tetapi hanya satu hal yang mampu menentukan cinta dan kesetiaan seseorang yaitu JARAK. Hanya dengan jarak kita akan mengetahui siapa dan bagaimana pasangan kita. Saat LDR, bicara soal cinta dan fisik mungkin kita menang tetapi kalau berbicara soal nyaman, kita akan kalah.

CONTINUE.... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jang Geun Suk - Love Rain

bioneun jeonyeok keunyeo moseub bo-wat-jyo.. oraejeon bu-teo bogo shipdeon geunyeoreul.. usani eom-neun geunyeoe-ge marhaet-jyo.. nae usanso-geuro keudae deu-reo-oseyo~ sallangsallangsallang deullyeo-oneun bissori.. dugeun dugeundugeundugeun tteollyeo-oneun nae-gaseum.. sallangsallangsallang dugeundugeundugeun.. usansori.. bissori.. nae-gaseum sori.. sarangbi-ga naeryeo-oneyo.. bioneun geori urin du-ri geo-reot-jyo.. jo-geuman usan nae eokkae–neun jeojeot-jyo.. keunyeoneun nae-ge sujubeun -deut marhaet-jyo.. jo-geumdeo kakka-i geudae deu-reo-oseyo~ sallangsallangsallang budijchineun eokkae-ye.. dugeun dugeundugeundugeun tteollyeo-oneun nae-gaseum.. sallangsallangsallang dugeundugeundugeun.. usansokye du-eokkae- sujubeun eokkae-.. sarangbi-ga naeryeo-oneyo.. nan sarange ppajyeo-nne.. sallangsallangsallang deullyeo-oneun bissori.. dugeun dugeundugeundugeun tteollyeo-oneun nae-gaseum.. sallangsallangsallang dugeundugeundugeun.. usansori.. bissori.. nae-gaseum ...

Maudy Ayunda - Perahu Kertas

Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya Perahu kertas mengingatkanku betapa ajaibnya hidup ini Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri *courtesy of LirikLaguIndonesia.Net Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita (cinta-cinta) Yang lama ku pendam sendiri, berdua ku bisa percaya Ku bahagia kau telah terlahir di dunia Dan kau ada di antara milyaran manusia Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu Tiada lagi yang mampu berdiri Halangi rasaku, cintaku padamu Ku bahagia kau telah terlahir di dunia Dan kau ada di antara milyaran manusia Dan...